presiden jokowi memberi maaf penghinanya
Mursidah datang ke istana ditemani suaminya, Syafrudin, dan kuasa hukum Arsyad, Irfan Fahmi dan Abdul Aziz. Mursidah tiba di istana sekitar pukul 14.30 WIB.Rombongan Mursidah dijemput protokoler istana kemudian diantar masuk ke dalam Istana. Selama beberapa saat Mursidah dan rombongan melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi.
Kepada awak media, mursidah mengaku kedatangannya ke istana untuk memohon maaf kepada Jokowi atas perbuatan anaknya yang telah menghina sang presiden.
Kasus Arsyad mencuat setelah ia mendekam di tahanan Bareskrim Mabes Polri sejak Kamis 23 Oktober 2014. Arsyad digelandang ke Mabes Polri gara-gara perbuatannya yang menghina Jokowi melalui konten pornografi di media sosial Facebook (FB) miliknya.
Arsyad, 24 tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu tukang sate, dituduh mengedit dan menyebarkan konten pornografi berwajah Jokowi dan mantan Presiden Megawati. Wajah kedua tokoh itu ditempel atau disambungkan ke sejumlah foto model porno yang tengah bugil dalam berbagai adegan.
Tindakan Arsyad yang terbilang nekat dan berani itu dilakukan saat berlangsungnya pemilihan presiden pertengahan tahun ini. Menurut kuasa hukumnya, Irfan Fahmi, aksi itu dilakukan Arsyad melalui warnet di dekat rumahnya. Tak hanya memposting foto-foto tak senonoh , Arsyad juga menulis komentar yang dinilai tidak pantas.
Jelas perbuatan Arsyad ini membuat darah orang-orang dekat Jokowi mendidih. Apalagi saat itu Jokowi tengah memperebutkan kursi orang nomor satu di negeri ini. Tak heran jika akhirnya kuasa hukum Jokowi melaporkan Arsyad ke polisi pada 27 Juli 2014. Tuduhannya, melakukan pencemaran nama baik dan penyebaran gambar konten pornografi.
Hampir 2 bulan diproses, polisi kemudian menciduk dan menahan Arsyad pada 23 Oktober lalu. Kejadian ini langsung membuat orangtua Arsyad, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, terguncang.
Mursidah yang melihat anak sulungnya diringkus 4 polisi di rumah kontrakannya di Jalan Haji Jum RT 09/01 Ciracas, Jakarta Timur, tak kuasa menahan tangis.
"Mereka (polisi) langsung nanya, mana si Imen (panggilan Arsyad), gitu. Saya lagi masak, kaget kok tahu-tahu ada orang yang nyari anak saya," cerita Mursidah tentang penangkapan anaknya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar